Banyak Tanya
"Di kepala de Olin ada banyak sekali pertanyaan."
"Boleh ummi tahu, apa saja pertanyaannya? Siapa tahu ummi bisa bantu jawab."
"Air dingin lalu dipanaskan lalu didinginkan lagi. Itu seperti apa, ummi?"
"Lalu pertanyaan selanjutnya?"
"Kenapa harus di jalur kiri kalau berjalan? De Olin kan suka di sebelah kanan?"
"2 pertanyaan?"
"Masih ada lagi, mi. Kenapa padi itu harus di jemur dulu? Kenapa bentuknya beda-beda? Kenapa matahari terasa saaangat panas pada siang hari? Kenapa bayi begitu lucu? Dan...kenapa de Olin ingin adik bayi yang lucu dari perut ummi?"
"Subhanalloh... Banyak sekali pertanyaannya. Sudah?"
"Belum. Masih banyak lagi yang lain... Tapi ummi, kalau yang adik bayi, sepertinya de olin tahu jawabannya."
"Oh ya.. Apa itu de?"
"Karena de Olin suka bayi... Lucu pisan. Tangannya, kakinya, matanya, bibirnya, semuanya..."
***
Siang ini sepulang dari Emak Ciseupan yang dilanjut ke pasar pagerageung untuk membeli beberapa sayuran, kami duduk di kursi ruang tamu sambil membuat adonan bolu kukus carrot dengan 1 butir telur, santan, terigu, gula pasir, dan tentu saja wortel parut.
Dia sepertinya menyimpan banyak penasaran yang coba dia uraikan sendiri, namun karena tidak juga menemukan jawabannya, sharing dengan saya menjadi pilihannya.
Kami pun mulai membahas satu-persatu pertanyaannya. Tapi, inilah anak kecil...satu pertanyaan selalu menimbulkan sekian banyak tanya how and why yang lain....yang tidak pernah ada habisnya. Yups, that is rasa ingin tahu yang besar.
Saya suapi dia beberapa sendok jus sirsak di sela-sela jeda pembicaraan, saya lihat matanya berbinar ceria dan dia tidak menolak jus yang saya suapkan. Alhamdulillah, dia kembali bersedia minum jus buah meski baru buah sirsak.
"Ummi, nanti sehabis sholat, kita main petak umpet, yuk !!"
#olin_5year
30 November 2016
Komentar
Posting Komentar