Belajar dari Kedongdong
Menikmati waktu libur dengan petis kedongdong (yang liburanmah kakang sama children, ibunya tiap hari liburan :D).
Kakang yang bikin bumbu petis dan saya asyik merecoki dengan cerita-cerita kurang penting bagi orang lain tapi penting untuk saya...hihiii...
"Mi, ini harganya berapa?" Olin bertanya sambil tetap main balon
"Buah ini harga sekilonya 6 ribu, sayang. Ummi belinya setengahnya, setengah kilo. Setengah dari 6 ribu berapa yaaa???"
"Berapa yaaa?"
"Ade Olin punya uang 6 ribu, terus Ade mau bagi uang itu sama teteh. Biar sama rata, kira-kira teteh dan Ade masing-masing dapatnya berapa ribu?" saya beri dia uang pecahan seribuan sebanyak 6 lembar.
"Dibaginya sama ummi saja, ya! Soalnya teteh nggak ada." dia mulai membagi satu lembar untuk dia, satu untuk saya. Lembar kedua untuk dia, lembar kedua untuk saya, lembar ketiga untuk dia dan lembar ketiga untuk saya.
"Ahhhaaa... De Olin tahu sekarang. Setengah dari 6 ribu sama dengan 3 ribu."
"Teeeppppat sekali. Jadi, karena ummi membeli kedongdong setengah kilo yang sekilonya seharga 6 ribu, maka ummi harus membayar setengah dari 6ribu hasilnya tiga ri ...."
"Tiga ribu, ummi."
"Ahsanti yaa ibnatiii. Terus kira-kira kalau ini di jual satuan, masing-masing nya harganya berapa ya dee?"
"Beraaaapa yaa?" dia terlihat berpikir, dengan kening dan mata agak di kerutkan.
"Kedongdong nya kan ada 5, harganya 3 ribu. Misal biji salak ini uang seratus rupiah an... Untuk jadi 3000, kita memerlukan biji salak sebanyak berapa ya?"
"Berapa ya mi?" dia mulai menghitung biji salak, seratus, dua ratus, dan seterusnya sampai 900... Dia agak bingung kelanjutannya karena itu saya bantu dia menghitung sampai jumlahnya tepat 30. Alhamdulillah biji salaknya ada banyak.
"Untuk jadi 3000, ternyata kita memerlukan 30 biji salak dengan masing-masing senilai 100 an. Nah sekarang, kita bagikan uang ini ke semua kedongdong." dia mulai menyusun kedongdong dan membagi uang dari biji kedongdong sama rata...
"Horeeee...aku tahu, aku tahu, aku tahu... Karena itu aku selalu banyak bertanya karena aku ingin banyak tahu ya ummi." dia terlihat bahagia bisa memecahkan soal.
"Kedongdong ini di jual 600 rupiah an. Betul kan ummi?"
Saya peluk dia dan bisikkan kalimah thoyyibah di ubun-ubun nya sebagai reward sekaligus do'a. Reward tidak harus selalu barang yang terlihat, bukan?
"Alhamdulillah.. Ade belajar banyak hal hari ini."
#olin_5year. #math. #languange. #adab. #olindanummi
5 Februari 2017
Komentar
Posting Komentar