Boneka Kertas
" ini namanya boneka...hmmm boneka apa yaaa? Ahhaaa ini namanya boneka kertas. Betul kan, ummi?"
"Iya sayang.. MasyaAllah, siapa yang membuat boneka kertas sebagus ini?" kuputuskan untuk menandai halaman terakhir dari buku yang sedang kubaca, kemudian menutup dan menyimpannya di dekat dashboard tempat tidur. Ku peluk olin sambil memegang boneka-boneka barunya yang dibuat dengan memanfaatkan kertas bekas : membuat pola yang diinginkan, mengguntingnya sesuai pola, mewarnainya, hingga jadilah boneka kertas.
"Ini buatan de Olin sendiri, mi. De Olin tadi melihat aa Umar membuat mainan dari kertas buat di tempel, lalu de Olin coba buat yang seperti ini. Baguskah mi?"
"MasyaAllah, cantik...ini bagus, nak. Bisa de Olin ceritakan pada ummi, ini siapa saja?" dia mulai mengenalkan satu persatu karakter boneka kertasnya. Ada Abi yang berjanggut dan memakai kopiah hitam, ada ummi berkerudung pink lebar (dia tahu favorit umminya :D ), ada Olin dengan kerudung warna hijaunya, ada teteh Aufa berbaju ungu dan berkerudung ungu serta berkaos kaki ungu, ada aa umar sepaket dengan buku gambar A4 dan lego nya, ada aa Quthb berseragam batik dan berkopiah hitam.
Semua yang melekat pada boneka-boneka itu sama persis aslinya, kecuali ukuran dan tentu saja dia menggambar wajah, bentuk tubuh, tangan dan kaki sesuai imajinasinya :D
Si visual ini, dia memperhatikan apa yang dibuat kakaknya dan merekamnya dalam memorinya lalu mulai merancang sesuatu yang serupa dengan yang dibuat kakaknya dengan beberapa modifikasi sebagai penjabaran imajinasi anak-anak yang tak terbatas (what is it??? :D )
Dan disinilah kami sebelum terlelap, setelah dia menggantikanku menyelimuti Abi dan 2 kakaknya yang sering lupa memakai selimut, lalu memberi mereka ciuman di dahi mereka dengan doa yang biasa ku ucapkan, "semoga Allah memberkahimu.".. Disinilah kami sekarang, malam tadi setelah dia kembali dari Abi dan 2 kakaknya... Dia mematikan lampu kamar, lalu menyalakan senter Umar, dan memainkan boneka-bonekanya melalui bayangan yang terbentuk di dinding.
Malam itu dia terlalu asyik bermain hingga tidak menyadari waktu yang mulai larut.. Jam di hp menunjukkan angka 11 kurang 2 menit... Dia tetap belum mau tidur.
"Ini sangat mengasyikkan." katanya mulai menguap.
"De olin belum mau tidur, tapi sepertinya mata de olin mulai mengantuk, de Olin tidur dulu ya mi." dia membereskan semua bonekanya dan menyimpannya di dekat bantalnya.
Dia membawa selimutnya dan berbaring di sampingku, memelukku , "ummi, ceritakan kisah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam buat de Olin ya Mi!"
Ini jejakmu, Nak. Jejak de #olin_6year
22 maret 2017
Komentar
Posting Komentar