de Olin kan
"De Olin mau punya adik? De Olin kan sudah besar, nggak mau punya adik?" Olin yang sedang menikmati ice cream favoritnya refleks menoleh ke arahku, sorot matanya menatap dengan agak terlihat bingung, dia tidak memahami pertanyaan bibi yang bertanya padanya.
Saya usap rambut Olin dan tersenyum pada bibi itu, tanpa berniat menjawabnya. Yaa.. Itu hanya basa-basi seperti biasa yang tak membutuhkan jawaban. Dan kami sama-sama sudah saling memahami itu, insyaAllah.
Tapi sampai di perjalanan menuju rumah, seperti biasa, Olin mulai penasaran tentang kemungkinan kehadiran anggota keluarga baru yang bisa dia panggil adik dan memanggil olin dengan panggilan teh Olin.
Dia tersenyum dan tertawa geli saat menyebut kata itu, "teh Olin, terdengar lucu, mi..."
Akhirnya, saya hanya akan dan selalu jadi pendengar segala cerita dan apapun yang terlintas di pikirannya, termasuk mimpinya memiliki adik.
Barokalloh Olin sayang, kelak engkau akan memahami, InsyaAllah :)
#olin_5year
26 Desember 2016
Komentar
Posting Komentar