No Cry
Sepulang ngambil nata de aloe dari teh Ipa, seorang shahabat yang sholihah di Jamanis. Olin sudah berdiri di depan pintu menyambut kami dengan senyum cerah.
"De olin no cry, Ummi." ucapnya riang sambil memelukku erat
"MasyaAlloh... Putri Ummi nggak nangis d tinggal ummi. Sini ummi kasih hadiah..." kubalas pelukannya disertai ciuman di kedua pipi tembem serta keningnya
"Alhamdulillah yaa Alloh...Alhamdulillah atas putri yg sholehah."
"Alhamdulillah juga atas Aa Quthb, Aa Umar dan teteh Ufa ya Mi."
"Thob'an yaa ibnatii...Alhamdulillah 'alaa kulli hal."
"Ummi sayang. De olin na puzzle baru... Yg ini semuanya sudah bisa."
Ok... Olin suka tantangan. Puzzle yg sudah dia kuasai akan dia simpan untuk dia mainkan lagi sewaktu2.
Di kuasai artinya dia sudah bisa memainkan dengan menutup mata dlm waktu kurang dari 10 menit. Sekitar 5 menit an...
Setelah itu biasanya dia membuat sendiri puzzlenya. Dari gambar di koran bekas yg di potong2, dari gambar buatannya sendiri atau dari dus bekas yang dibentuk sedemikian rupa. Biasanya dus d bikin shapes..
Kali ini dia minta puzzle jadi dari toko mainan. Puzzle seharga 5 ribu rupiah dengan varian gambar yang menarik. Ada huruf hijaiyah, angka, gambar dora dll...
Gambar Doraemon menarik perhatiannya. Olin memberikan uang yang dia ambil dari celengannya. Celengan manis dari dus susu bekas yang ditutup kertas hvs dan olin warnai dengan crayon. Crayon hadiah dari seorang shahabat yang sholehah..InsyaAlloh.
Sepulang dari pasar, Olin sukses membuatku sport jantung.
Pasalnya dia lari mendahului ummi sedang banyak kendaraan berseliweran di jalan raya yang tak pernah sepi meski tak seramai di kota besar.
Saya berteriak kencang sambil berlarian menyusul olin. Olin larinya lumayan kencang, sedangkan kondisi fisik saya sedang kurang memungkinkan untuk lari.
"Maafkan de olin, ummi." ucapnya pelan saat dia berhasil kugapai dan kurengkuh dalam pelukan disertai detak jantung yang terasa berlarian.
"Ummi sakit?" sambil menyeka airmataku yang tetiba berjatuhan tak sanggup ku tahan.
"I feel so afraid..." ucapku parau
"Its ok... I am ok... Lihat kan mi, de olin baik2 saja. Ummi jangan menangis...!"
Dia memeluk erat, sambil mengecup keningku..
Hhmmm... Umminya nangis, padahal dia mah baik2 saja.
Begitulah kalau Olin minta jalan2 by foot... Sepanjang jalan biasanya ummi yang jadi pagar karena dia kadang kurang suka di 'tungtun'... Tapi tadi, larinya benar2 diluar kendali...
Olin sudah beranjak besar
#olin_5year
13 April 2016
Komentar
Posting Komentar