Lomba Bikin Kolase
Sebelum akhirnya cemberut dan minta pulang, dia mengerjakan kolasenya sendiri.
"Ada yang bisa ummi bantu, de?" Saya tawarkan bantuan, siapa tahu dia membutuhkannya. Apalagi saat melihat kiri kanan dan depan saya ibu2nya ikut sibuk ... Apa mungkin hanya saya yang hanya bisa diam memperhatikan?? :D :D
"Ummi suapi de olin saja, ya!!"
Akhirnya saya mendapat tugas lain sambil memperhatikannya menempelkan kertas2 origami kecil-kecil ke atas gambar yang sudah disediakan panitia.
Dia seringkali bisa tetiba kehilangan mood jika mendapat intervensi, karena itu untuk menjaga moodnya, saya hanya harus duduk menemaninya, tersenyum dan sesekali menanyakan kesulitannya. Dia tidak banyak bicara jika sedang fokus melakukan sesuatu....dan menemaninya menurutnya sudah menjadi hal yang sangat membahagiakannya.
Tapi, dia kurang suka keramaian... Setelah pisang dengan saus coklat,jeruk, tempe isi sosis dan nasi bulat isi telur habis, dia mulai memperlihatkan ketaknyamanannya. Mulai dari sesegera mungkin memberikan gambar hasil kolasenya (dengan tekhnik suka2 dia tentunya :D ), minta cepat2 keluar ruangan, setelah di luar ingin segera pulang ke rumah.
Menangis saat saya peluk menjadi opsi terakhir mengungkapkan ketaknyamanannya, "i want back home secepatnya."ucapnya tersedu-sedu.
Meski dia sempat tersenyum waktu kuberikan 3 buah buku untuk mewarnai yang total semuanya seharga Rp 10ribu.
Beberapa puluh menit kemudian dia mulai memperlihatkan kekurang nyamanannya lagi, sampai akhirnya kami pulang dan tiba dirumah tepat sebelum adzan dzuhur berkumandang dan air hujan turun dengan deras.
Balananjeur, 27 Oktober 2016
Komentar
Posting Komentar