Luluh
Pekarangan rumah masih bala 🤭 Belum sempat nyapu efek badan sakit semua, Alhamdulillah 😍
Kenapa saya simpan ini disini? Kenapa berdoanya sambil agak teriak? Here it is behind the story nya 😁
Tadi pagi dia lupa membawa buku gambar jadi pulang lagi ke rumah untuk mengambil buku gambar, ternyata buku gambarnya sudah penuh gambar, sketchbook pun sama, nggak ada yang kosong. Abinya memintanya mengganti dengan kertas HVS, dia mengambil satu lembar HVS. Saat Abinya minta dia bawa lebih dari 1 kertas HVS tiba-tiba moodnya langsung bad, berangkat pun sambil cemberut. Anak gadis ini mulai tumbuh besar rupanya, jadi jangan tanya alasan tiba-tiba cemberutnya karena sebagai perempuan saya faham perubahan mood 🤭
Dia tidak mau memeluk seperti biasanya namun saya tetap mengantarnya sampai teras samping, dia katakan, "jangan mengantar! Jangan merekam!" Saya bilang padanya kalau moment ini akan saya rindukan jadi mohon maaf jika ummi tetap merekam dan mengantar meski dia tidak mengizinkan, just untuk kali ini 😅
Dia tidak mau berbalik saat saya panggil namanya, namun saat sudah dekat jalan di depan rumah, tepat saya ucapkan salam, dia langsung berbalik dan melambaikan tangan sambil tersenyum. Saya tahu hatinya terluka karena merasa mendiamkan saya namun saya ingin dia tahu saya akan tetap ada untuknya.
Saya sengaja lafazkan do'a dengan suara agak keras (keras ukuran saya 🤭) dengan beberapa harapan dan alasan.
1. Kita bisa melafal menguntai banyak kata dari lisan, namun lisan ibu berpotensi melahirkan kebaikan atau keburukan bagi anak-anak. Saya ingin melalui lisan ini Allah berkahi Allah berkahi kebaikan dengan lahirnya khairu ummat.
2. Saya ingin de Olin tahu bahwa saya akan senantiasa mendoakan yang terbaik untuknya dalam kondisi apapun.
3. Nanti saya share di jurnal harian olin..
Lalu, untuk apa saya simpan juga di sini? Untuk jejak juga, jejak dan pengingat #olin_10y #kalifafirdausyfahrinjourney #olindanummi
30 September 2021
Komentar
Posting Komentar