Tugas Itu Untuk Dikerjakan, Bukan Difikirkan
Pagi ini lembar terakhir tugas Tema nya belum diselesaikan, sejak pulang sekolah belajarnya full main sama A Umar; a Umar mengajari dasar-dasar per IT an, mereka sangat nyambung kalau sudah ngbahas IT.
Jadilah 5 nomor terakhirnya harus dikerjakan pagi ini sebelum dikumpulkan di sekolah. Tugasnya dari halaman 40-45, awalnya dia protes merasa kebanyakan, saat saya bilang kalau sebenarnya tugasnya bisa segera selesai kalau dia mau segera mengerjakan dan berhenti mengeluh (pun berpikir), "Kerjakan dulu, Nak. Protesnya belakangan. Kalau protes duluanmah nggak selesai-selesai, yang ada malah cape." Well, saya memang emak-emak ya 😄
"Tugas itu dikerjakan, Nak. Bukan dipikirkan atau sekedar di obrolkan apalagi dikeluhkan!" Saya yakin suatu saat dia akan mengingat kata-kata yang sering saya ucapkan ini 😅
Pas sudah selesai mah auto meluk sambil nyium pipi dan bilang, "terima kasih sudah bersabar atas de Olin yaa. De Olin sayang sama Ummi." MasyaAllah, dibalik ketegasan gaya bicaranya sebenarnya dia memiliki hati yang lembut. MasyaAllah semoga Allah semakin lembutkan hatinya dengan Iman dan Islam.
"De Olin tuliskan semua yang ummi katakan mulai dari paham de Olin ya Mi." Ya Allah de #olin_10y , itu mah buku tugas bukan buku diary 😅
#olindanummi
#kalifafirdausyfahrinjourney
29 September 2021
Komentar
Posting Komentar