Day 18

Hari ini jadwal vaksin, karena de Olin tidak di vaksin jadi saya mengajaknya bermain ke pasar Ciawi. 

Jam 9 kami berangkat dengan berjalan kaki sampai pasar Pagerageung, lalu beli es cendol karena de Olin merasa lapar dan duduk sebentar di depan pasar selagi ummi membeli bedak buat de Olin dari toko Ayu.

Setelah menghabiskan es cendol, kami bergegas naik angkot. Di dalam angkot hanya ada 4 penumpang, berlima dengan sopir. De Olin, Ummi, teteh yang duduk depan kami  yang mau berangkat sekolah di SMP Pagerageung, katanya kelas 8 SMP, dan seorang bapak yang duduk di kursi samping pak sopir.

Awalnya pak sopir menjalankan mobil dengan tenang, tapi sampai di depan kaum Pagerageung tetiba mobil dilajukan lebih kencang membuat Ummi ketakutan. De Olin sendiri biasa saja, tidak merasa itu terlalu cepat.

Teteh yang duduk didepan kami turun di depan sekolahnya, SMPN 1 Pagerageung. Total penumpang tinggal 3 orang. Sampai di simpang Pamoyanan barulah ada seorang ibu naik angkot dengan tujuan ke pasirhuni. Angkot kembali melaju kencang membuat ummi berpegangan pada de Olin, ibu yang baru naik juga berpegangan pada kursi penumpang. Dalam hati tak henti berdoa agar Allah lindungi dan selamatkan kami dan saat pulang nanti mendapatkan angkot yang lebih nyaman ditumpangi; sopir ramah, tidak ngebut, kondisi mobil baik, penumpang dan sopirnya jangan ada yang merokok.

Ibu yang di depan kami turun lebih jauh dari tujuannya padahal sudah beberapa kali minta berhenti namun mungkin tidak kedengaran sopir karena laju kendaraan yang cepat. Kami pun kembali menjadi 2 dari 3 penumpang yang ada sampai ke pasar Ciawi.

Saya tidak tahu tarifnya berapa, saat saya menyodorkan 10 rb pak sopir tidak memberi kembalian jadi kemungkinan ongkosnya memang segitu. Hmm kata Abi sih kemahalan tapi ya udahlah semoga menjadi shodaqoh, ladang ibadah. 

Tempat pertama yang kami tuju saat di pasar adalah toko buku, tujuannya membeli buku gambar A3 karena di wa eteh tidak ada buku gambar itu. Harganya 8 rb. De Olin minta sekalian dengan pensil warna, spidol dll juga tapi saya katakan padanya bahwa semua yang disebutkan ada di wa eteh. Da kita akan membeli semua itu di wa eteh, "apa yang ada di toko saudara kita, kita akan mendahulukan untuk membelinya disana, ok!" Dia mengangguk setuju.

Lalu beralih ke toko kue Bandung untuk membeli roti coklat Ramona untuk Abi, marshmellow kesukaannya dan puding cake untuk ummi. 

Perjalanan selanjutnya mengelilingi pasar sambil menikmati momen bisa berjalan berdua seperti itu, berbincang tentang banyak hal, lalu lanjut beli ice cream cincau dan makan berdua di kursi terminal.

Beli cilok kuah untuk dibawa pulang lalu langsung naik angkot pulang. Angkotnya agak ngtem, trus mengantarkan penumpang dulu ke Cipanas namun pak sopirnya sangat ramah dan laju kendaraan nya juga sangat nyaman jadi Alhamdulillah 'alaa kulli haal.

Sepanjang jalan de Olin menikmati marshmellow nya, namun saat turun dari angkot tiba-tiba langsung muntah sepertinya masuk angin.

Setelah itu kami kembali pulang menuju rumah, "de Olin mau langsung ganti baju." Katanya, "mau tidur juga." Lanjutnya..

MasyaAllah tabarokalloh de Olin.

Ini dokumentasi de Olin tadi


Balananjeur, Selasa, 18 Januari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas 3