Negosiator

"Ummi. De Olin pingin nginep di Ema...just for this night..." rayunya saat kami (saya dan suami) tiba di rumah Ema untuk menjemput Olin ba'da maghrib tadi.

Seperti sebelum-sebelumnya, negosiasi selalu membutuhkan banyak waktu dalam menghadapi putri kecil yang pandai berargumentasi ini. Sampai akhirnya, 
"Baiklah... De Olin nginepnya nanti lagi. Sekarang bagian teteh ufa dulu." 

Negosiasi InsyaAlloh selalu berujung baik untuk hal-hal tertentu. meskipun kita harus menyiapkan bekal kesiapan yang ekstra untuk mendengarkan setiap argumennya tanpa harus mengeluarkan 'tanduk' yang seringkali berontak ingin ikut eksis atau kata-kata yang sangat sering saya ucapkan ke kakang kalau sedang kedatangan virus manja,"if i say yes, that is yes. But if i say no...that is no.."

Egois pisan... Hee... Biarin :D

Emak-emak masih suka manja? Manja sedikit sama suami, nggak apa-apa kaan? Justru terasa lebih nyaman dan membahagiakan..hee... Leres teu, kang Wawan Ridwan??? Hee... #i_am_so_sorry_with_it

Kembali ke Olin, setiba di rumah, olin langsung menghambur ke kamar, mengambil gambar dora dan puzzle apa yaa namanya?! Hmm.. Pokoknya puzzle dengan bentuk rumah mini seharga 10rb rupiah, puzzle yg selama 2 bulan ini diimpikan olin kini ada di kamarnya.

"Alhamdulillah, terima kasih Ummi, terima kasih Abi... Hatur nuhun. Jazakumulloh khoiron jazaa..."sambil memeluk dan menciumku, dia meluapkan rasa gembiranya

"Aamiin yaa Alloh. Wa iyyaki, cinta. Are you happy?"

"Saaangat ummi. Kapan ummi beli ini? Dari pasar Pagerageung yaa?"

"Iya, nak. Ini dari pasar Pagerageung. A Umar tadi yang membelikan ini buat de Olin waktu ummi sama a Umar pulang dari Ema."

"Oooh... A Umar, terima kasih yaaa!!!" 

~Seringkali kita mendapatkan sesuatu yang diharapkan justru di saat kita tak lagi memikirkannya.~

Dua bulan yang lalu, putri kecil kami meminta kami untuk membelikannya puzzle itu. Negosiasi yang biasa kami lakukan tidak mendapat hasil akhir yang menguntungkan ... Saya.. (Hihiii... Jgn berisik!!!! )

Biasanya dia akan mengerti dan mengatakan, "oke... " dst..
Tapi untuk puzzle itu, hanya pelukan yang bisa membuat air matanya berhenti mengalir. Sampai akhirnya dia lupa kalau dia pernah meminta puzzle yang harganya seharga basho Atun, basho khas Tasikmalaya 

Saya tega yaa?? 
Hanya 10 rb, kenapa harus ada negosiasi? Kenapa harus menunggu sampai olin lupa pernah menginginkan itu?

Si 5 tahun yang sedang dalam fase bak raja, tapi bukan berarti semua keinginannya harus selalu terpenuhi, apalagi

23 Oktober 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas 3