Gara-gara LKS hilang?

Buku LKS Matematika nya sudah beberapa Minggu ini tidak kelihatan, mungkin tertumpuk di file Abi karena buku itu hilang setelah di pinjam Abi. Jadilah kalau belajar matematika teh pakai buku super plus lungsuran dari ketiga kakaknya. Artinya buku latihan ini sudah digunakan Aa Quthb, Adik Umar, teteh Aufa dan sekarang de Olin.

Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah.

De Olin cerita kalau nilai matematika nya tadi 70, lalu dia memperlihatkan buku ulangannya tadi. 
"Soalnya dari LKS, Nak?"
"Bukan,Ibu nya juga nulis?"

Lalu kami mulai membahas dimana gerangan si LKS bersembunyi? Bukannya di cari malah cuma dibahas 🤭

Baiklah mungkin waktunya nyari LKS lagi biar de Olin bisa belajar dari LKS juga. Hmm salah satu kelemahan de Olin saat menjawab soal teh terlalu cepat menjawab dan kurang teliti dengan jawabannya. Kadang lupa nyimpan angka, misal seperti hari ini saat menjawab soal 8×8×8, dia menjawab 512 tapi nulisnya malah 51 tanpa 2.

Waktu saya tanya, "kok nulisnya jadi 51, Nak?"

"De Olin lupa, Mi. De Olin pikir sudah nulis 512 eh ternyata angka 2 nya belum." Jawabnya.

Oalah Dee.. gadis bungsu Abi @wawanridwan75 yang kalau cerita teh sok lucu karena gaya bicaranya yang cepat saat menjawab soal pun maunya cepat-cepat. Ah ini mah gaya Ummi waktu sekolah dulu 😅

Tapi ummi senang de Olin dapat nilai 70, ummi jadi tahu sejauh mana pemahaman de #olin_11y pada materi yang dipelajarinya. Terutama untuk tema belajar di rumah sama bahan diskusi juga 🤭

Ummi juga senang karena de Olin mau cerita sama Ummi. Alhamdulillahilladzii bini'matihii tatimmushshoolihaat.

#olindanummi
#kalifafirdausyfahrinjourney

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kelas 3